MANUAL
STANDARISASI PEMBINAAN USIA MUDA DI INDONESIA
19 November 2013 pukul 20:20
MANUAL STANDARISASI PEMBINAAN USIA MUDA DI
INDONESIA
PENDAHULUAN
Guna memperbaiki kinerja klub sepak bola
khususnya yang bergerak di bidang pembinaan usia muda, perlu diimplementasi
sebuah kebijakan standarisasi. Dengan adanya standarisasi dan
kategorisasi diharapkan klub-klub yang bergerak di bidang pembinaan usia muda
di seluruh Indonesia bisa;
1) Terindentifikasi (terdaftar),
2) Dipacu untuk maju dan memperbaiki status,
kualitas kinreja dan fasilitas klub.
Pada intinya kategorisasi didasarkan kualitas klub dalam hal:
1) Fasilitas,
2) SDM pelatih dan pengurus,
3)Keorganisasi program klub,
4) Kualitas program latihan,
5)Keanggotaan,
6)Dedikasi terhadap asas fair play dan pentingnya
pendidikan formal.
KATEGORISASI
Ada 3
level kategorisasi:
1. Level BINA BOLA
2. Level SSB (Sekolah Sepak Bola) dengan
subkategori SSB
Bintang
Satu, SSB Bintang Dua dan SSB Bintang Tiga.
3. Level AKADEMI
Penjabaran persyaratan serta cara penilaian berbasis poin (guna
mengedepankan objektifitas) akan dijelaskan secara lebih rinci pada
halaman-halaman selanjutnya.
BADAN PEMILIK OTORITAS PENILAIAN SEKALIGUS PENGAWASAN
Wewenang
penilaian, kategorisasi, sekaligus tugas untuk mengawasi klub Pembina usia muda
diberikan kepada 3 institusi dibawah ini:
1. PENGCAB:
Pengurus cabang daerah diwajibkan melakukan
pendataan, penilaian, kategorisasi BINA BOLA atau SSB Bintang Satu, sekaligus
mengawasi klub yang membina
usia muda di wilayah kekuasaannya agar tetap memenuhi persyaratan sesuai
kategorinya.
2. ASOSIASI SEKOLAH SEPAK BOLA INDONESIA (ASSBI):
Organisasi
ASSBI diberikan tugas dan wewenang untuk mendata, memberikan penilaian dan kategorisasi kepada SSB Bintang
Dua atau SSB Bintang Tiga, sekaligus mengawasi SSB agar tetap memenuhi
persyaratan sesuai kategorinya. Khusus untuk pelaksanaan pengawasan ASSBI bisa
bekerja sama dengan PENGCAB setempat.
3. PSSI PUSAT BAGIAN PEMBINAAN USIA MUDA:
Otoritas pendataan, verifikasi AKADEMI, serta
pengawasan terhadap AKADEMI agar tetap memenuhi persyaratan sesuai kategori
AKADEMI yang dimilikinya dilaksanakan langsung oleh PEMBINAAN USIA MUDA PSSI
Pusat.
Khusus untuk pelaksanaan pengawasan PSSI Pusat
bagian PEMBINAAN USIA MUDA bisa meminta bantuan PENGPROV dan/atau PENGCAB
setempat.
PERSYARATAN
UMUM MASING-MASING KATEGORI
BINA BOLA:
BINA BOLA adalah klub bola yang tidak memenuhi
persyaratan minimal yakni SSB BINTANG SATU. PENGCAB setempat diharapkan tetap
mengawasi dan mendorong BINA BOLA agar secepatnya memenuhi persyaratan minimal
agar bisa naik status ke kategori SSB BINTANG SATU.
SSB BINTANG SATU:
• Terdaftar di PENGCAB setempat.
• Lapangan masuk kategori “layak pakai.”
• Memiliki organisasi kepengurusan.
• Fasilitas latihan (gawang, cones, jumlah
bola,dll) tersedia.
• Telah terbukti terus exist/beraktifitas.
• Memiliki beberapa kategori kelompok umur (minimal
2).
• Penjadwalan latihan terorganisasi dengan baik
sehingga jumlah siswa tidak melebihi 23 dalam sebuah latihan (agar pemain bisa
disupervisi dengan baik).
• Jumlah pelatih dibandingkan siswa minimal adalah
20 banding satu.
• Lisensi staf pelatih minimal D. Semua staf
pelatih memiliki sertifikat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (p3k).
• U12 kebawah bermain 4v4 sampai 7v7. Pengasahan
tehnik dengan bola terlihat dominan.
• Pelatih kiper tersedia.
• Memiliki komitmen untuk menjunjung tinggi FAIR
PLAY, tidak mencuri umur, serta menomersatukan pendidikan formal siswa
(komitmen ini harus tertulis dan didukung kesaksian siswa dan warga serta
reputasi umum).
SSB BINTANG DUA:
• Terdaftar di ASSBI dan PENGCAB setempat.
• Lapangan masuk kategori “memuaskan.”
• Memiliki organisasi kepengurusan.
• Fasilitas latihan (gawang, cones, bola, dll)
tersedia dan berkualitas.
• Telah terbukti terus exist dan beraktifitas dalam
kurun waktu yang cukup lama.
• Memiliki beberapa kategori umur (minimal 3).
• Penjadwalan latihan terorganisasi dengan baik
sehingga jumlah siswa tidak melebihi 23 dalam sebuah latihan (agar siswa bisa
disupervisi dengan baik).
• Jumlah pelatih dibanding siswa minimal adalah 1
banding 15 (artinya apabila jumlah siswa yang berlatih melebihi angka 15
diharuskan ada pelatih ke dua –asisten- di lapangan).
• Lisensi staf pelatih kepala yang memimpin latihan
minimal C, untuk staf asisten pelatih minimal D. Semua staf pelatih memiliki
sertifikat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (p3k).
• Program latihan tematis (dari awal sampai akhir
latihan terlihat jelas mengusung tema latihan yang spesifik) dan terorganisasi
secara rapi.
• U12 kebawah bermain 4v4 sampai 7v7. Pengasahan
tehnik dengan bola terlihat dominan.
• Pelatih kiper bersertifikat tersedia.
• Memiliki komitmen untuk menjunjung tinggi FAIR
PLAY, tidak mencuri umur, serta menomersatukan pendidikan formal siswa
(komitmen ini harus tertulis dan didukung kesaksian siswa dan warga serta
reputasi umum).
SSB BINTANG TIGA:
• Terdaftar di ASSBI dan PENGCAB setempat.
• Lapangan masuk kategori “bagus.”
• Memiliki organisasi kepengurusan yang sangat
rapi. Ada kerja sama khusus dengan Fisio, Dokter dan Rumah Sakit.
• Fasilitas latihan (gawang, cones, bola, dll)
tersedia, lengkap, dan berkualitas tinggi. Juga tersedia fasiliats penunjang
(EXTRA) seperti kamar ganti, mini bus/elf, dll.
• Telah terbukti exist dan beraktifitas dalam kurun
waktu yang cukup lama.
• Memiliki beberapa kategori umur (minimal 4).
• Penjadwalan latihan terorganisasi dengan baik
sehingga jumlah siswa tidak melebihi 23 dalam sebuah latihan (agar siswa bisa
disupervisi dengan baik).
• Jumlah siswa dibanding pelatih adalah 10 banding
1 (artinya apabila jumlah siswa melebihi 10 diharuskan ada pelatih ke dua
–asisten- di lapangan)
• Lisensi staf pelatih kepala yang memimpin latihan
minimal B, untuk staf asisten pelatih minimal C. Ada pelatih pembina berlisensi
A yang aktif terlibat melatih/mengawasi.
• Program latihan tematis (dari awal sampai akhir
latihan terlihat jelas mengusung tema latihan yang spesifik) dan terorganisasi
secara rapi.
• U12 kebawah bermain 4v4 sampai 7v7. Pengasahan
tehnik dengan bola terlihat dominan.
• Pelatih kiper bersertifikat tersedia.
• Memiliki komitmen untuk menjunjung tinggi FAIR
PLAY, tidak mencuri umur, serta menomersatukan pendidikan formal siswa
(komitmen ini harus tertulis dan didukung kesaksian siswa, warga, serta
reputasi umum.
AKADEMI:
• Terdaftar di PENGCAB setempat, ASSBI, dan PSSI
Pusat.
• Persyaratan sama dengan SSB BINTANG TIGA. Yang
membedakan AKADEMI tidak menarik biaya dari siswa alias gratis.
KETERANGAN TAMBAHAN
1. Setiap poin persyaratan harus dipenuhi guna
mendapatkan lisensi kategori yang diinginkan. Artinya kelebihan persyaratan di
poin-poin tertentu tidak bisa menutup kekurangan di poin-poin lainnya.
2. Pengaduan tentang apa saja dalam proses
verifikasi bisa ditujukan ke PENGCAB, PENGPROV, ASSBI, maupun PSSI Pusat bagian
PEMBINAAN USIA MUDA.
FORM PENILAIAN
ASSESSMENT BINA BOLA/ SSB*/SSB**/SSB***/AKADEMI
POINTS
PENDAFTARAN
KUALITAS LAPANGAN
ORGANISASI
Dr, RS, FISIO RUJUKAN
FASILITAS LATIHAN
FASILITAS EXTRA
EXIST DAN AKTIF
KATEGORI UMUR
SISWA PER LATIHAN
RATIO PELATIH:SISWA
PROG LAT TEMATIS
PROG LAT RAPI/TERENCANA
JUMLAH PEMAIN/TIM SESUAI UMUR
MATERI LAT SESUAI UMUR
LISENSI PLTH KEPALA
LISENSI ASISTEN
PLTH KIPER
SERTIFIKAT PLTH KIPER
LISENSI PLTH PEMBINA
SURAT PERNYATAAN
KESAKSIAN WRGA, SISWA
REPUTASI UMUM
HASIL AKHIR VERIFIKASI
KATEGORI LEVEL:
JUMLAH POIN TOTAL:
CATATAN:_________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________